Skip to content

Bisnis E-Commerce Terdampak Covid-19

Elektronic commerce (E-Commerce) adalah suatu usaha dagang yang dilakukan dengan pemanfaatan internet.

Pandemi corona virus membuat orang-orang menghindari dan menjauhi tempat yang mengundang banyak kerumunan. Ini berarti bahwa tempat-tempat seperti pusat perbelanjaan, hiburan, transportasi, sekolah dan bahkan tempat kerja harus ditutup. Tentunya hal ini akan berdampak pada bukan hanya bisnis kecil akan tetapi juga banyak bisnis e-commerce terdampak covid -19 dari sektor besar.

Banyak juga masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan keadaan ekonomi semakin memburuk. Karena keadaan ekonomi semakin memburuk inilah daya beli masyarakat menurun. Ada juga yang harus memilih membeli kebutuhan primer seperti makanan, minuman, alat kebersihan,  dibandingkan mengeluarkan uang untuk kebutuhan sekunder seperti hiburan, travelling, gadget dan lainnya.

Banyak bisnis yang harus mengurangi jumlah karyawan, menutup sementara toko dan bahkan bangkrut. Meskipun pemerintah telah berusaha membantu sektor bisnis tetap bertahan dengan bantuan keuangan, ternyata dampak corona virus terhadap ekonomi sudah tidak dapat terelakan lagi. Bisnis e-commerce pun tidak luput mengalami penurunan penjualan di beberapa sektor tertentu. Beberapa barang yang mengalami penurunan penjualan diantaranya:

Penjualan barang elektronik di e-commerce

Menurut situs e –commerce blibli, penjualan peralatan elektronik seperti ponsel, kulkas, mesin cuci dan lainnya mengalami penurunan penjualan. Penjualan gadget mengalami penurunan diduga diakibatkan oleh demand yang berkurang dari masyarakat terutama dikarenakan barang tersebut (ponsel dan barang elektronik lain) merupakan barang yang cukup mahal dan masyarakat kini lebih memilih mengeluarkan uang mereka untuk kebutuhan pokok. Ini menjadikan sektor ini menjadi salah satu bisnis e-commerce terdampak Covid -19.

Tourism (pemesanan fasilitas liburan dan hiburan melalui aplikasi online)

Beberapa negara bahkan sudah menutup perbatasan antar negara. Penutupan ini untuk mencegah penularan corona virus di berbagai negara. Contoh saja Indonesia, yang bahkan menutup bandara sementara walau kini ada pengecualian bagi beberapa orang dengan kepentingan tertentu untuk pergi.

Salah satu yang terdampak dari pandemi ini adalah bisnis pemesanan tiket online untuk penerbangan, travel tour, restoran dan perhotelan/penginapan. Corona virus juga mengakibatkan hampir semua atraksi turis di berbagai negara ditutup. Tentu saja ini menimbulkan efek yang cukup berat bagi pelaku bisnis di bidang ini.

Di masa pandemik seperti ini lebih banyak orang menikmati hiburan di rumah dan menonton hiburan lewat tv di rumah. Di sisi lain, bisnis e-commerce terdampak Covid-19 seperti sektor hiburan seperti bioskop beserta pemesanan tiket yang awalnya sering dilakukan secara online lewat situs seperti traveloka dipastikan mengalami penurunan pendapatan.

Banyak bioskop yang harus tutup atau mau tidak mau harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Ini dikarenakan sektor ini mengharuskan para pelanggannya berkumpul di suatu tempat dalam jumlah banyak. Seperti yang kita ketahui sendiri, peraturan social distancing sedang diterapkan di berbagai tempat karena anjuran pemerintah

Pandemi ini memang menyerang hampir di semua sektor kehidupan masyarakat dan banyak bisnis e-commerce terdampak covid 19. Pelaku bisnis ada yang terpaksa menutup usahanya atau mau tidak mau beralih ke cara berjualan online agar setidaknya mereka bisa bertahan.

Akan tetapi tidak semua bisnis online ternyata mendapat untung terutama di masa pandemi covid-19 seperti ini. Ada juga e-commerce di beberapa sektor tertentu yang mengalami penurunan penjualan dikarenakan pembatasan sosial atau juga karena lebih memilih membeli kebutuhan pokok dahulu.

Published inBisnis Online

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    two + 11 =